Page 24 - Buku Ajar BAHASA INGGRIS
P. 24
mencerminkan tradisi, sastra, dan budaya-budaya yang berbeda di
seluruh dunia. Memahami konteks budaya bahasa ini membantu
kita untuk lebih mengapresiasi dan memahami perbedaan yang ada
dalam komunikasi antarbudaya.
Sejarah Bahasa Inggris
Sejarah bahasa Inggris adalah kisah panjang evolusi bahasa dari zaman
kuno hingga menjadi bahasa modern yang luas digunakan di seluruh
dunia. Bahasa Inggris berasal dari keluarga bahasa Indo-Eropa, yang
diyakini memiliki akar bersama. Pada masa pra-sejarah, bahasa
Proto-Indo-Eropa menjadi sumber bagi kelompok bahasa-bahasa
yang berbeda, termasuk kelompok bahasa Jermanik yang mencakup
bahasa Inggris. Teori ini didukung oleh banyak ahli linguistik seperti
Noam Chomsky dan August Schleicher.
Bahasa Inggris Kuno, yang juga disebut Anglo-Saxon,
merupakan tahap awal bahasa Inggris yang berkembang sekitar
abad ke-5 hingga ke-12 Masehi. Pada periode ini, bahasa Inggris
dipengaruhi oleh bahasa-bahasa Jermanik lainnya, seperti Jerman,
Denmark, dan Belanda. Referensi historis yang menjadi sumber
utama dalam memahami bahasa Inggris Kuno adalah karya sastra
seperti „Beowulf“ dan „The Anglo-Saxon Chronicle.“ Selanjutnya,
bahasa Inggris mengalami perubahan signifikan selama masa Inggris
Pertengahan (12 Masehi hingga 15 Masehi). Periode ini ditandai oleh
peristiwa sejarah seperti penaklukan Norman di Inggris pada tahun
1066 Masehi. Pengaruh bahasa Norman membawa masukan kosakata
baru dan mempengaruhi sistem tata bahasa Inggris.
Bahasa Inggris pertengahan dianggap sebagai periode transisi
menuju bahasa Inggris modern. Karya-karya sastra penting seperti
„Canterbury Tales“ karya Geoffrey Chaucer menjadi referensi
penting untuk memahami Bahasa Inggris pertengahan. Pentingnya
pencetakan dan penyebaran tulisan pada abad ke-15 Masehi, terutama
setelah ditemukannya mesin cetak oleh Johannes Gutenberg,
BAB 1 7

