Page 67 - Buku Ajar BAHASA INGGRIS
P. 67
Sebagai langkah awal tentang potret pendidikan bahasa Inggris
di Indonesia saat ini, jika dilihat dari sudut pemerataan pendidikan
tidak bisa diabaikan. Sekolah-sekolah yang terletak di kota-kota
besar atau sekolah-sekolah yang memiliki banyak fasilitas mewah
penunjang belajar atau sekolah yang didesign secara khusus seperti
RSBI. Secara umum, seakan ada garis pemisah tentang pemerataan
pendidikan bahasa Inggris antara di kota dan di pinggiran, antara
kebanyakan sekolah pemerintah dan sekolah swasta. siswa-
siswa di kota jauh lebih beruntung daripada di mereka yang di
pinggiran. Misalnya, siswa di kota dengan mudah bisa mengkuti
kursus bahasa Inggris baik dengan guru lokal atau penutur asli
(native speaker), akses materi belajar yang mudah, dan aneka
kemudahan program bahasa Inggris lainnya. Disisi lain siswa di
daerah pinggiran sering belajar dengan keadaan serba terbatas.
Berdasarkan uraian di atas, pemerataan baik sarana
maupun sarana yang berfungsi sebagai pendukung dalam proses
pembeljaran juga memiliki dampak yang berbeda, siswa-siswa
atau pelajar yang mempelajari bahasa Inggris didaerah peerkotaan
memiliki kemampuan bahasa Inggris lebih baik dari siswa
pinggiran. Salah satu jawabannya adalah adanya akses untuk
terlibat aktif dalam berbahasa Inggris. Jadi bisa disimpulkan jika
salah satu kunci untuk bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik
adalah dengan secara aktif terus memakai bahasa Inggris atau
terlibat aktif dalam penggunaan bahasa Inggris (target language)
seperti yang dilakukan kebanyakan siswa-siswa di perkotaan.
Pertanyaannya: bagaimana dengan siswa-siswa di pinggiran yang
kurang beruntung? Dalam buku ini pula kami ingin mengajak
kita bersama untuk memikirkan mereka yang kurang beruntung
dalam belajar bahasa Inggris, yaitu siswa-siswa yang sepenuhnya
mengandalkan pelajaran bahasa Inggris murni dari sekolah dan
kurikulumnya. Dari sinilah kita akan mengetahui gambaran
tentang pendidikan bahasa Inggris di Indonesia saat ini.
BAB 4 69

